Ruang UKS Sekolah Terbakar Secara Misterius

IMG00623-20120509-1136

 

 

 

 

 

 

Magetan, Berita Patroli – Kebakaran misterius terjadi di SDN 1 Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan taksiran kerugian hanya ratusan ribu, peristiwa itu menyisakan tanda tanya. Pasalnya, lokasi titik api yang membakar sebuah kasur dan meja unit kesehatan sekolah (UKS) itu jauh dari aliran listrik. ‘’Bagaimana api bisa muncul kalau di sekitarnya tidak ada sama sekali colokan listriknya,’’ ujar salah seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya.

Kebakaran itu terjadi di ruangguru yang juga difungsikan sebagai UKS. Fasilitasnya hanya sebuah kasur, meja, dan tempat menaruh obat-obatan. Pemisah ruangguru dan UKS lemari di ujung utara sisi timur. Sedangkan tepat di samping timur ruangan UKS, berbatasan dengan tembok luar.

Guru itu mengungkapkan, jarak colokan listrik dengan kasur sekitar empat meter. Sedangkan di sekitarnyatidak ada sama sekali benda yang tersalur dengan colokan tersebut. Artinya, penyebab kebakaran diduga bukankarena adanya korsleting listrik. Melainkan dari sumber lain. ‘’Kalau terbakar kelihatannya nggak mungkin, tapi ini dibakar,’’.

Menurut dia, kalau pun ada yang membakarhanya bisa dilakukan dari luar celah jendela. Pasalnya, pintu dan jendela ruangguru dalam kondisi tertutup. Dia menduga ada oknum yang melemparkan sesuatu mudah terbakar dari celah tersebut. ‘’Bisa saja puntung rokok atau yang lainnya. Tapi apa alasannya sampai ada yang melakukan itu nggak tahu,’’.

Dia mengungkapkan, sempat ada kejadian aneh di sekolahnya pada Kamis (16/2) pagi. Kala itu, ruangguru terlihat acak-acakan. Buku-buku yang ada di dalam meja berpindah di atas. Beberapa guru sempat ditanya kronologinya, tapi ada yang tahu. Karena itu, diduga sekolah baru saja disatroni maling, meski tidak ada barang berharga yang hilang.

Dugaan itu semakin menguat setelah pintu kelas VI yang terhubung ke ruang guru diketahui dalam kondisi rusak. ‘’Terhubung tapi tidak langsung, harus lewat kelas V dulu baru bisa masuk sini (ruangan guru),’’.

Sehari sebelumnya, lanjut dia, lampu di semua ruangan sudah dipastikan mati usai pulang sekolah. Nah, malam harinya, ada warga yang sempat melihat lampu di ruang guru menyala. ”Tapi, warga itu tidak curiga. Ternyata, besok paginya ruangan guru sudah acak-acakan. Apakah ini (kebakaran, Red) ada kaitannya dengan kejadian itu juga nggak tahu,’’.

Dia menjelaskan, kebakaran kali pertama diketahui warga setelah mendengar adanya suara ledakan dari arah sekolah sekitar pukul 14.00. Belakangan diketahui ledakan itu berasal dari lapisan keramik tembok yang pecah akibat dilalap api. Warga juga melihat ada asap mengepul dari ruang guru.

Sejumlah warga pun berdatangan dan langsung berupaya memadamkan api. Pintu ruangan dan jendela dibuka paksa agar bisa masuk menyiramkan air. ‘’Lalu kami (guru dan kepala sekolah, Red) dikabari.Sampai di lokasi api sudah bisa dipadamkan,’’.

Kepala SDN 1 Purworejo Fauzi Agus Setiawan enggan berkomentar banyak terkait dugaan adanya oknum yang membakar sekolahnya itu. Meski sudah ada pihak kepolisian yang datang mengecek, namun dirinya belum melapor resmi. ‘’Nggak apa-apa. Kerugian materiil dari kebakaran ini kecil kok, wong cuma kasur dan meja UKS. Paling hanya ratusan ribu,’’….(pria).

Post Author: mandala admaja