Magetan, Berita Patroli – Di saat lakukan bersih-bersih dua ibu-ibu yakni Sariyem dan Rusmi pagi kemarin (21/2) nyaris berujung malapetaka. Kedua warga Dusun Kopen, Desa Gonggang, Poncol, hampir saja digulung longsoran tanah yang menerjang satu dari dua rumah perempuan kakak beradik itu. Sebelum bencana terjadi, keduanya seolah mendapat firasat bakal ada kejadian luar biasa.
Satu jam sebelum longsor terjadi, dua perempuan parobaya itu membersihkan rumput dan memotong batang pohon di tebing setinggi sekitar 20 meter. Aktivitas tersebut sengaja dilakukan lantaran khawatir jika terjadi longsor batang pohon akan menimpa atap rumah. Sebab, terlihat retakan tanah dari tebing yang tepat berada di atas rumah Sariyem. ‘’Tanahnya sudah kelihatan bengkak, panjang retakannya 10 meteran,’’ tutur Rusmi.
Rusmi menjelaskan, saat itu dirinya membersihkan batang kayu di atas rumah Sariyem yang masih berstatus saudara itu. Karena posisi pohon berada di atas, dia menggunakan tangga kayu untuk menjangkaunya. Sedangkan Sariyem yang berada di bawah bertugas memungut dan membuang potongan kayu.
Satu jam berselang, lokasi bersih-bersih berpindah ke sisi utara. Mendadak Rusmi merasakan getaran tanah. Lalu, dilihatnya pohon-pohon yang ada di tebing bergoyang-goyang. Tidak berselang lama, terdengar suara gemuruh yang keluar dari tanah tebing yang ambles. ‘’Ya Allah ya Allah, tolong.. tolong..,’’ teriaknya sambil matanya terbelalak melihat longsoran tanah menerjang tembok rumah Sariyem.
Ketakutan itu muncul karena lokasi dirinya bersandar di tangga dan tebing yang longsor hanya berjarak beberapa meter. Rusmi khawatir getaran longsor akan menjalar sampai tempatnya. Beruntung, longsoran tanah tidak sampai mengenainya. Begitu juga dengan Sariyem yang awalnya berada di celah tembok dan tebing sudah berpindah tempat. ‘’Untungnya sebelum kejadian, mbakyu minta saya mengambil batang di tempat yang jauh dari titik longsor itu,’’.
Setelah itu, Rusmi langsung turun dari tangga dan menuju rumah Sariyem. Teriakannya pun mengundang sejumlah warga berdatangan. Saat pintu dibuka, ruang tamu berisi meja-kursi kondisinya sudah berantakan. Tanah dan puing-puing reruntuhan tembok yang hancur berserakan. Sementara, kaca pintu di sisi selatan pecah. ‘’Kena serpihan batu bata,’’ .
Pantauan Wartawan koran ini, tembok rumah Rusmi yang jebol berdiameter sekitar 3,5×3 meter. Ruang tamu itu tampak dipenuhi material longsoran dan puing batu bata. Sejumlah warga terlihat bergotong-royong membersihkan reruntuhan dan longsoran tanah….(pria).











