PLENGSENGAN AMBROL AKIBAT DI LALUI TRONTON ATAU MUTU BANGUNAN RENDAH ???

PLENGSENGAN AMBROL AKIBAT DI LALUI TRONTON ATAU MUTU BANGUNAN RENDAH 1PLENGSENGAN AMBROL AKIBAT DI LALUI TRONTON ATAU MUTU BANGUNAN RENDAH 2

 

 

 

 

 

 

 

Lumajang, Berita Patroli – Kucuran dana yang digelontorkan pemerintah pusat, propensi maupun pemerintah daerah kabupaten terhadap pemerintah desa bukanlah suatu jaminan guna meningkatkan perbaikan infrastruktur seperti yang di harapkan pemerintah pusat pada khususnya, meski demikian adanya tidak sedikit anggaran dana yang berakhir mengecewakan.

Seperti halnya yang ada di desa karangbendo, kecamatan tekung mendapatkan anggaran Dana Desa diantaranya digunakan membangun plengsengan pada 2015. Namun saat ini kondisi fisik bangunan tersebut telah ambrol dan tidak dapat di fungsikan sebagai mana mestinya. Bahkan rusaknya bangunan bukan hanya di satu titik, namun telah meluas  di beberapa titik. Sehingga menciptakan beragam pertayaan di kalangan masyarakat sekitar akan mutu dari bangunan plengsengan tersebut.

ND salah satu warga yang tidak sengaja bertemu dengan wartawan saat berada di lokasi mengatakan, ini bangunan baru mas tapi kondisinya seperti ini sudah ambrol seperti bangunan tua. Padahal di sekitar sini merupakan tanah yang bagus bukan masuk dalam kategori tanah bergerak sehinga tidak berpotensi memicu ambrolnya plengsengan tersebut ” terangnya”.

ND juga mengatakan tidak cukup tahu atas asal muasal angaran yang di gunakan membangun plengsengan yang bertahan tidak lebih dari kurun waktu setahun tersebut. Saya orang kuno mas jadi saya tidak tahu dari mana sumber dana pembangunan ini. Yang saya dengar pemerintahan desa saat ini lebih enak dari yang sebelumnya. Karena nilai anggaran dari pemerintah sudah M M gitu mas,  namun kalau kondisi fisik bangunannya ya seperti itu,  tunjuk tangan ND ke bangunan plengsengan yang ambrol sambil mengeluarkan campuran bahan material yang jauh dari ketentuan bangunan kokoh pada umumnya.

Mendapati hal itu wartawan bergegas mendatangi kantor desa guna menemui Kades. Namun Kades tidak berada di tempat sehingga wartawan menemui Ngatiman selaku Kaur pembangunan. Kepada wartawan Ngatiman mengatakan, pembangunan plengsengan tersebut sumber dananya dari Dana Desa tahun 2015. Plengsengan ambrol dikarenakan waktu itu jalan utama di tutup karna ada warga punya hajatan sehingga aktivitas kendaraan di alihkan ke jalan tersebut. Ada truck pasir yang melalui jalan tersebut sehingga memicu ambrolnya bangunan plengsengan yang baru selesai di bangun. Kalau masalah nilai anggaran dari proyek tersebut silahkan mas langsung tanya ke  ibu kades atau ke ketua LKMD selaku pelaksana kegiatan tersebut.

Minimnya informasi yang di dapat maka wartawan bergegas menemui bambang selaku ketua LKMD di kediamannya. Pembangunan plengsengan itu anggaran Dana Desa tahun 2015. Ambrolnya plengsengan di sebabkan truk muat kayu melintas di jalan itu. Kalau untuk volume proyek dan nilai anggaran proyek  saya lupa  dan silahkan mas tanya langsung ke kaur pembangunan atau  mas temui Kades, tutur bambang ketua LKMD yang tidak lain masih mertua dari sang Kades.

Mendapati informasi setengah hati mendorong wartawan guna berusaha menemui Kades yang berulang kali tidak berada di kantor desa maupun kediamannya. Wartawan berupaya komunikasi via sms namun sang Kades belum berkenan meluangkan waktu lantaran padat kegiatan. Hari ketiga wartawan mencoba menghubungi Kades via telpon seluler, Rika Mustikawati S, selaku Kades karangbendo mengangkat telpon seluler dan mengatakan bukannya anda kemarin sudah menemui ketua LKMD dan Kaur Pembangunan terus apa lagi yang anda tanyakan ke saya, jawab Rika Mustikawati S dengan nada yang tidak menyenangkan.

Ketika wartawan mencoba menjelaskan telah mengkonfirmasi ketua LKMD maupun Kaur Pembangunan yang menyatakan lupa akan nilai anggaran dari proyek tersebut justru sang Kades menyanggahnya, tidak mungkinlah ketua LKMD ataupun Kaur Pembangun menjawab seperti itu mas toh mereka juga bersinggungan langsung dengan proyek itu. Desa ada RAPnya juga kan tinggal anda tanya saja ke kaur pembangunan. Plengsengan itu jebol karna ada tronton lewat jalan situ ketika jalan utama di tutup karna ada warga yang punya gawe hajatan mas. Proyek itu sumber anggarannya dari Dana Desa Tahun 2015 dan dikerjakan Tahun 2015 bukan di kerjakan Tahun 2016 seperti yang anda sampaikan tadi. Saya dari kemarin – kemarin memang sibuk banyak kegiatan, jadi tidak bisa menemui anda. Masak ada warga saya kerampokan terus saya tinggal nemui anda kan tidak mungkin mas. Terus kepentingan anda apa tanya hal ini? ” tanya sang Kades kepada wartawan “. Proyek ini sudah di periksa dan sudah di verifikasi dan tidak ada masalah dan bisa anda chek ke kecamatan mas, untuk ambrolnya plengsengan tetap akan kami perbaiki setelah jalan itu kita paving sekalian plengsengan itu juga kita perbaiki, tutur sang kades dengan nada cetus.

Truck pasir menjadi pemicu ambrolnya bangunan plengsengan pernyataan yang disampaikan oleh kaur pembangunan. Truck mengangkut kayu merupakan penyebab ambrolnya plengsengan keterangan dari ketua LKMD selaku tim pelaksana proyek tersebut dan truck tronton dituding sebagai sumber ambrolnya plengsengan oleh sang kades. Suatu komentar yang cukup menggelitik dengan beragamnya alibi tanpa berfikir logika ketika jalan seperti itu bisakah dilalui olehTRONTON ? BERSAMBUNG ( FAS )

Post Author: mandala admaja